Senin, 07 Januari 2013

Contoh Sikap Motivasi dan Mawas Diri

Sikap motivasi dan mawas diri merupakan salah satu faktor internal yang penting dalam perilaku konsumsi seseorang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, motivasi dalam kehidupan memiliki beberapa fungsi, antara lain :
1.    Motivasi sebagai pengarah tujuan dan pengarah tindakan
2.    Motivasi sebagai pendorong
3.    Motivasi sebagai stimulator
4.    Motivasi sebagai sumber keberanian
Yang dimaksud motivasi sebagai pengarah tujuan dan tindakan, dapat diartikan dalam contoh berikut, ketika seseorang hendak masuk ke dalam mall, orang tersebut pasti memiliki motivasi tertentu  ketika memutusakan untuk pergi. Apakah untuk membeli suatu barang atau hanya untuk pergi main, atau hendak pergi makan, dan lain sebagainya. Katakanlah orang tesebut pergi untuk membeli barang, ketika memutuskan barang mana yang hendak dibelinya pun orang tersebut pasti sudah memiliki motivasi tersendiri untuk apa dan mengapa dia membeli barang tersebut. Dengan demikian, jelas motivasi disini penting juga untuk mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Untuk motivasi sebagai pendorong, dapat dicontohkan sebagai berikut, mahasiswa A memutuskan untuk mengambil kerja part-time. Uang hasil kerjanya tersebut, akan digunakan nantinya untuk membeli barang yang sudah lama dia inginkan. Walaupun pekerjaan yang dia ambil terasa melelahkan, namun dia selalu ingat motivasinya untuk bekerja itu apa? Yaitu untuk memperoleh hal yang selama ini diinginkannya. Dengan demikian, motivasi tersebut menjadi pendorong baginya untuk terus bekerja. Motivasi sebagai stimulator pada dasarnya hampir sama dengan fungsi motivasi sebagai pendorong, hanya saja perbedaannya terletak pada sumbernya. Motivasi sebagai stimulator, berarti motivasi tersebut dapat menciptakan suatu rasa, hasrat, atau keinginan untuk melakukan sesuatu untuk mencapai hal yang diinginkannya. Atau dengan kata lain, fungsi ini lebih menekankan pada timbulnya keinginan seseorang untuk lebih mencapai tujuannya. Sedangkan motivasi sebagai sumber keberanian, dapat dijelaskan sebagai berikut. Orang A ingin menjadi seorang penyanyi tetapi dia memiliki rasa takut terhadap pandangan orang-orang disekitarnya dan malu untuk tampil depan publik. Namun hal tersebut tidak menurunkan motivasi awalnya, justru motivasinya untuk menjadi penyanyi mejadi sumber kekuatan dan keberaniannya untuk mengalahkan segala ketakutannya. Begitu pula dalam perilaku konsumsi seseorang, ketika seseorang ingin membeli suatu gaun yang menurutnya cantik dan sesuai dengan gaun yang selama ini dia cari. Satu sisi dia takut untuk mencoba memakai gaun tersebut karena dikhawatirkan tidak pantas, namun karena motivasinya untuk membeli gaun tersebut lebih kuat, dan rasa penasaran yang kuat, maka timbul keberaniannya untuk tetap membeli gaun tersebut. Dengan demikian dari contoh-contoh di atas, jelas bahwa motivasi berperan penting dalam keputusan pembelian dan perilaku konsumsi seseorang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar